Monday, May 18, 2015

TEKNIK PEMBENIHAN UDANG WINDU Hp. 08111908208, 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

Hp. 0852.6435.6110 dan   0852.1079.2168

TEKNIK PEMBENIHAN
UDANG WINDU

Penaeus monodon fabriculus


A.      PENYEDIAAN DAN PENGELOLAAN INDUK

Kriteria Seleksi Induk

                Induk yang baik mutunya mempunyai ciri ciri sehat dan tidak cacat fisik. Kondisi sehat ditunjukkan dari warna tubuh yang cerah dan segar, tidak ada tanda tanda nekrosis, khususnya pada bagian ekor serta terdapat kelengkapan organ tubuh. Anggapan bahwa semakin besar ukuran induk tentunya akan menghasilkan telur yang lebih banyak dibandingkan dengan induk yang berukuran kecil tidak selamanya benar dan diperkirakan bahwa induk berukuran besar pada umumnya sudah tua dan kurang produktif. Kenyataan juga menunjukkan bahwa induk berukuran besar sangat sensitive terhadap perubahan lingkungan. Sehingga diperlukan adanya ukuran optimum induk yang lebih menguntungkan bagi pembenihan. Ukuran optimum pemijahan induk udang windu untuk betina mempunyai panjang 23, 5 ± 1 cm dan berat  175 ± 25 gram, sedangkan untuk jantan mempunyai panjang 20 ± 1 cm dan berat 120 ± 10 gram

Pengelolaan Air dan Pakan Induk

                Saat tiba dilokasi hatchery, induk diadaptasikan terhadap suhu dan salinitas. Pakan yang diberikan berupa cacing laut, cumi cumi dan tiram dengan dosis 25 30% dari berat badan. Pergantian air pemeliharaan sebanyak 100% pada pagi hari bersamaan dengan pembersihan sisa – sisa kotoran pakan didasar bak. Percepatan pematangan gonad dilakukan dengan ablasi mata dengan memotong salah satu tangkai mata dengan gunting yang telah dipanaskan. Peneluran dilakukan setiap individu induk yang matang pada bak bak yang terpisah agar pemeliharaan larva dapat dilakukan pada naupilus yang dihasilkan induk dengan periode peneluran yang sama. Setelah bertelur, pada pagi hari dilakukan pemanenan telur secara hati hati dengan saringan berukuran 200 mesh. Setelah dilakukan pematangan kualitas dan perhitungan jumlah telur, kemudian ditetaskan pada bak bak penetasan

Penetasan Telur
               
                Telur akan mengalami tingkatan perkembangan embrio melalui pembelahan sel. Paada kondisi lingkungan yang baik, perkembangan embrio akan berlangsung normal, namun tidak jarang pula embrio berkembang abnormal oleh karena infeksi bakteri atau jamur. Untuk mendapatkan daya tetas telur dan mutu larva yang baik, maka penanganan telur merupakan tahapan awal yang sanngat penting. Telur yang akan ditetaskan harus bersih dan ditangani secra hati – hati, baik sewaktu dipanendari bak pemijahan maupun pada saat dipindahkan ke dalam bak penetasan. Daya tetas telur sangat berkolerasi  sekali dengan daya kelanngsungan hidup larva. Oleh karena itu daya tetas telur yang rendah sebaiknya tidak dipergunakan untuk produksi benur, karena ada kecenderungan naupil dari hasil penetasan telur dengan presentase rendah akan menghasilkan benur yang tidak tahan terhadap perubahan lingkungan. Daya tetas telur yang sesuai untuk digunakan dalam produksi benurndisarankan minimal diatas  50%

Nauplius
                Mutu naupli dapat diketahui dari warna serta gerakannya. Naupli yang berwarna coklat
Dapat diklasifikasikan dengan baik, sedangkan gerakan naupli yang sehat sangat aktif sehingga waktu istirahatnya sangat pendek dan tidak pernah berada didasar bak. Disamping itu, naupli sangat responsive terhadap cahaya karena mempunyai sifat photoaxis aktif

B.   PEMELIHARAAN LARVA
Kepadatan Larva
Optimasi  kepadatan nauplius dalam bak pemeliharan larva dianjurkan tidak lebih dari 100 ekor /liter
Pemberian Pakan
          Pemberian Pakan alami dan buatan selama pemeliharaan dapat dilihat pada table berikut :



Pengelolaan Kualitas Air
          Kualitas air merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan larva yang menentukan keberhasilan pembenihan itu sendiri.  Pengelolaan Kualitas  air perlu mendapatkan kontrol  yang ketat karena sifat dari kualitas air yang berdinamika dan hal ini biasa terjadi pada air dalam bak selama pemeliharaan
          Beberapa parameter kualitas air sering merupakan faktor pembatas untuk kehidupan larva seperti ketersediaan oksigen, adanya senyawa yang bersifat racun dan dapat menimbulkan kematian massal. Pengelolaan kualitas air secara fisik dapat dilakukan  dengan penyaringan partikel partikel yang ada dalam air dengan menggunakan sand ultraviolet. Pada media pemeliharaan pengelolaan kualitas air dilakukan penyiponan, pergantian air dan pemberian bakteri probiotik


Penyakit dan Penanganannya
          Pencegahan penyakit dilakukan dengan pemberian pakan yang tepat dan pengaturan kualitas air yang baik, menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan kerja merupakan cara yang lebih penting dibandingkan dengan pengobatan. Larva yang sudah terserang penyakit akan sulit untuk penyembuhannya, dan jika hal ini terjadi maka perlu identifikasi jenis penyakit yang menyerang dan melakukan tindakan pengobatan dengan jenis dosis obat yang tepat.  Penyakit yang susah diobati sebaiknya dilakukan karantina dan dimusnahkan dengan menggunakan klorin sehingga tidak menyebar pada larva yang lain

Metode Panen
          Panen dilakukan pada benih yang sudah mencapai stadia Post Larva 12. Panen dilakukan dengan mengeluarkan air media secara perlahan – lahan sampai pada volume mencapai 30% dari volume sebelumnya. Kemudian benih dikeluarkan melalui saluran pipa secara perlahan dan ditampung dengan saringan panen, selanjutnya benih ditampung dengan wadah dengan volume 500 liter dan diberikan aerasi. Untuk pengepakkan (packing) dilakukan dengan menakar benur dan dimasukkan dalam kantong plastik yang sudah berisi 2 liter air laut, oksigen murni diberikan pada kantong sampai dengan perbandingan volume antara air dengan oksigen sebesar 1 : 2. Kepadatan benur dalam kantong berkisar antara 2000 3000 ekor dan diangkut  pada suhu berkisar antara 20 – 24

 Sumber  :  Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar

Minyak Cumi
Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll


Assalamualaikum
Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com

No comments:

Post a Comment