Hp. 0852.6435.6110
0852.1079.2168
Penyakit
Bercak Putih Pada Udang
Pendahuluan
Selama
beberapa tahun terakhir berjangkit penyakir bercak putih (white spot) di tambak
udang yang mengakibatkan gagal panen atau panen premature (dini). Bahkan tidak
jarang udang uang dipanen ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dijual.
Serangan umumnya terjadi pada umur udang masih muda, yaitu 1 bulan di tambak.
Kondisi ini merugikan para petambak karena modal yang telah digunakan sudah
untuk keperluan persiapan tambak, benih, pakan dan tenaga kerja
Gejala
Klinis di Lapangan
Gejala Klinis
serangan penyakit bercak putih adalah :
¤ Udang terlihat lemah, berenang ke dekat pematang atau belakang
kincir
¤ Sangat mudah ditangkap
¤ Tubuh udang kelihatan masih baik, kulit dan insang tampak bersih
¤ Terdapat bercak putih pada karapas atau tanpa ada bercak, tapi
udang mati
¤ Terjadi peningkatan jumlah kematian udang dari hari ke hari dan
terjadi kematian total dalam kurun waktu 3 – 5 hari sejak geejala teramati
Organisme
Penyebab Penyakit
Penyakit
bercak putih disebabkan oleh virus WSSV (White Spot Syndrome Virus). Virus ini
menginfeksi jaringan terutama bagian ectodermal dan mesodermal yang
mengakibatkan kerusakan jaringan. Jika
udang yang terserang masih dapat bertahan hidup maka timbul bercak putih karena adanya kerusakan sel ectodermal
dan mesodermal sehingga penimbunan kalsium di kulit terhambat dan ditandai
dengan terbentuknya bercak putih pada kulit sebelum dalam
Pemicu
Timbulnya Penyakit
Penyakit
muncul dan mewabah dipicu oleh terjadinya penurunan kualitas lingkungan seperti
peningkatan kadar bahan organic, fluktuasi PH tinggi, kadar oksigen rendah atau
karena salinitas dan suhu turun secara mendadak. Pada kondisi udang stress
apabila udang sudah membawa bibit penyakit (karier) mudah terjadi wabah
Penularan
Penyakit
Penularan Penyakit dapat terjadi oleh :
Perantara Karier berupa :
∞ Krustacea
hidup, seperti udang rebon (Mesopdosis sp), Kepiting (Scylla serratat), Udang
putih ( Peneus merguiensis, P indicus) dan jenis lainnya
∞ Benih udang
windu yang ditebar
Kanibalisme, yaitu
melalui rantai makanan. Udang sehat memakan udang sakit atau karier sehingga
menjadi tertular
Pencegahan
Penyakit
Pengendalian penyakit yang paling efektif adalah melalui :
∆ Penyediaan tendon air (reservoir)
∆ Air calon media pemeliharaan harus diberi perlakuan dengan kaporit (60%) dengan dosis 40 ppm
untuk membunuh karier atau dapat menggunakan krustasid
∆ Pastikan air calon media yang akan ditebari benih sudah netral
∆ Pastikan fitoplankton
dalam air calon media pemeliharaan sudah tumbuh, apabila belum tumbuh harus
dimasukkan bibit fitoplankton
∆ Gunakan benih udang yang bebas WSSV. Benih terlebih dahulu,
harus diperiksa dengan PCR ( Polymerase Chain Reaction)
Pemeriksaan PCR dapat dilakukan di :
' Direktorat
Kesehatan Ikan dan Lingkungan
Jl. Harsono RM No. 3 Gd
B Lt IV Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telp/Fax (021) 7827844
'
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air
Payau Jepara
Telp. (0291) 591125
'
Balai Budidaya Air Payau Situbondo Divisi Situbondo
Telp. (0338) 390043 /
3900255
'
Balai Budidaya Air Laut Lampung
Telp. (0721) 471379 – 80
'
Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol
Telp. (0362) 92278/92272
'
Unit Pengembangan Budidaya Air Payau Bangli, Pasuruan
Telp. (0343) 741654
'
Satker Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Payau Maribaya, Tegal
Telp. (0283) 323320
Langkah
Pemeriksaan WSSV
Berikut langkah pemeriksaan benih bebas virus :
∞ Hubungi pembenih yang diambil benihnya 2 – 3 hari sebelum
penebaran
∞ ambil sampel benih sebanyak 100 – 150 ekor
∞ Benih dapat dimasukkan botol steril yang diberi alcohol 70%
atau benih dimasukkan ke dalam kantong plastic untuk pengangkutan
∞ Benih sampel dikirimkan ke lembaga yang mampu menganalisis WSSV
dengan PCR
∞ Hindari memberi pakan udang dengan udang, kepiting, rajungan
atau rebon yang memungkinkan udang tertular virus
Monitoring
Dilakukan pemantauan rutin dan berkala terhadap adanya gejala – gejala penyakit lain :
∞ Terjadinya penurunan kulaitas lingkungan yang mendadak
∞ Terjadinya kematian udang tanpa sebab yang jelas dan diduga
disebabkan oleh virus
∞ Sumber air yang digunakan, hindarkan penggunaan air dari
sumber lokasi yang sudah terkena wabah atau pastikan air yang dipakai sudah diberi
perlakuan dengan kaporit
∞ Adanya kebocoran pematang yang memungkinkan lolosnya karier
Sumber
: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi
Banten
Minyak Cumi
Minyak Cumi Merk CUMI 168
mempunyai manfaat antara lain :
1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll

No comments:
Post a Comment