Saturday, May 16, 2015

Peyakit Bercak Putih Pada Udang Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

Hp. 0852.6435.6110

    0852.1079.2168




                                                        Penyakit Bercak Putih Pada Udang


Pendahuluan
                Selama beberapa tahun terakhir berjangkit penyakir bercak putih (white spot) di tambak udang yang mengakibatkan gagal panen atau panen premature (dini). Bahkan tidak jarang udang uang dipanen ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dijual. Serangan umumnya terjadi pada umur udang masih muda, yaitu 1 bulan di tambak. Kondisi ini merugikan para petambak karena modal yang telah digunakan sudah untuk keperluan persiapan tambak, benih, pakan dan tenaga kerja

Gejala Klinis di Lapangan
                Gejala Klinis serangan penyakit bercak putih adalah :
¤ Udang terlihat lemah, berenang ke dekat pematang atau belakang kincir
¤ Sangat mudah ditangkap
¤ Tubuh udang kelihatan masih baik, kulit dan insang tampak bersih
¤ Terdapat bercak putih pada karapas atau tanpa ada bercak, tapi udang mati
¤ Terjadi peningkatan jumlah kematian udang dari hari ke hari dan terjadi kematian total dalam kurun waktu 3 – 5 hari sejak geejala teramati

Organisme Penyebab Penyakit
                Penyakit bercak putih disebabkan oleh virus WSSV (White Spot Syndrome Virus). Virus ini menginfeksi jaringan terutama bagian ectodermal dan mesodermal yang mengakibatkan kerusakan jaringan.  Jika udang yang terserang masih dapat bertahan hidup maka timbul bercak  putih karena adanya kerusakan sel ectodermal dan mesodermal sehingga penimbunan kalsium di kulit terhambat dan ditandai dengan terbentuknya bercak putih pada kulit sebelum dalam

Pemicu Timbulnya Penyakit
                Penyakit muncul dan mewabah dipicu oleh terjadinya penurunan kualitas lingkungan seperti peningkatan kadar bahan organic, fluktuasi PH tinggi, kadar oksigen rendah atau karena salinitas dan suhu turun secara mendadak. Pada kondisi udang stress apabila udang sudah membawa bibit penyakit (karier) mudah terjadi wabah

Penularan Penyakit
Penularan Penyakit dapat terjadi oleh :
     Perantara Karier berupa :
                ∞ Krustacea hidup, seperti udang rebon (Mesopdosis sp), Kepiting (Scylla serratat), Udang putih ( Peneus merguiensis, P indicus) dan jenis lainnya
                ∞ Benih udang windu yang ditebar
    Kanibalisme, yaitu melalui rantai makanan. Udang sehat memakan udang sakit atau karier sehingga menjadi tertular

Pencegahan Penyakit
Pengendalian penyakit yang paling efektif adalah melalui :
∆ Penyediaan tendon air (reservoir)
∆ Air calon media pemeliharaan harus diberi perlakuan  dengan kaporit (60%) dengan dosis 40 ppm untuk membunuh karier atau dapat menggunakan krustasid
∆ Pastikan air calon media yang akan ditebari benih sudah netral
∆  Pastikan fitoplankton dalam air calon media pemeliharaan sudah tumbuh, apabila belum tumbuh harus dimasukkan bibit fitoplankton
∆ Gunakan benih udang yang bebas WSSV. Benih terlebih dahulu, harus diperiksa dengan PCR ( Polymerase Chain Reaction)
Pemeriksaan PCR dapat dilakukan di :
' Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan
     Jl. Harsono RM No. 3 Gd B Lt IV Pasar Minggu, Jakarta Selatan
     Telp/Fax (021) 7827844
' Balai Besar Pengembangan Budidaya  Air Payau Jepara
     Telp. (0291) 591125
' Balai Budidaya Air Payau Situbondo Divisi Situbondo
     Telp. (0338) 390043 /  3900255
' Balai Budidaya Air Laut Lampung
     Telp.  (0721) 471379 – 80
' Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol
      Telp.  (0362) 92278/92272
' Unit Pengembangan Budidaya Air Payau Bangli, Pasuruan
      Telp.  (0343) 741654
' Satker Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Payau Maribaya, Tegal
      Telp.  (0283) 323320

Langkah Pemeriksaan WSSV
Berikut langkah pemeriksaan benih bebas virus :
∞ Hubungi pembenih yang diambil benihnya 2 – 3 hari sebelum penebaran
∞ ambil sampel benih sebanyak 100 – 150 ekor
∞ Benih dapat dimasukkan botol steril yang diberi alcohol  70%  atau benih dimasukkan ke dalam kantong plastic untuk pengangkutan
∞ Benih sampel dikirimkan ke lembaga yang mampu menganalisis WSSV dengan PCR
∞ Hindari memberi pakan udang dengan udang, kepiting, rajungan atau rebon yang memungkinkan udang tertular virus
Monitoring
Dilakukan pemantauan rutin dan berkala terhadap  adanya gejala – gejala penyakit lain :
∞ Terjadinya penurunan kulaitas lingkungan yang mendadak
∞ Terjadinya kematian udang tanpa sebab yang jelas dan diduga disebabkan oleh virus
∞ Sumber air yang digunakan, hindarkan penggunaan air dari sumber  lokasi yang sudah terkena wabah  atau pastikan air yang dipakai sudah diberi perlakuan dengan kaporit
∞ Adanya kebocoran pematang yang memungkinkan lolosnya karier
Sumber : Dinas Kelautan  dan Perikanan Provinsi Banten





Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll

No comments:

Post a Comment