Saturday, May 30, 2015

TAURA SYNDROME VIRUS (TSV) Menyerang Udang Anda Hp. 08111908208, 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

TAURA SYNDROME VIRUS (TSV) Menyerang Udang Anda Pendahuluan Introduksi udang jenis baru di Indonesia, yaitu : jenis Liopenaeus stylirostis Dan L. vannamei ternyata membawa ancaman baru bagi budidaya udang di Indonesia. Munculnya virus penyebab penyakit Taura Syndrome Virus (TSV) sangat memungkinkan dan virus ini tidak kalah keganasannya disbanding dengan penyakit bercak putih pada udang windu. Beberapa ciri yang dapat menjadi indikasi serangan TSV dapat dijadikan indicator diantaranya : Perhatikan adanya pigmentasi merah yang nyata pada ujung ekor, penyakit ini sering disebut juga “red tail” Pada beberapa kasus serang kronis, timbul adanya melanisasi, terlihat seperti bercak hitam di seluruh tubuh Pengamatan histopatologis : inti se linsang mengalami piknotik (inti mengkerut) atau pecah (karyoheksis) Langkah langkah yang dapat dilakukan : ͠‐ Hindari penggunaan benur yang kurang jelas statuspenyakitnya ‐ Tambak yang terserang segera ditutuo agar tidak menular ke lokasi lain. Keringkan tambak selama 1 ‐ 2 minggu ‐‐ ‐ Tambak dan peralatan yang terkontaminasi sebaiknya disucihamakan dengan khlorin 1 sendok makan dalam 5 ‐ 15 hari ‐ Udang yang sakit di panen dan dimusnahkan (dikubur atau dibakar), bila dikonsumsi harus dimasak makan dan air bekas cucian dibuat ke septik tank ‐ Jangan mengirim udang ke lokasi lain yang belum terwserang Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten
Minyak Cumi Minyak Cumi Merk CUMI 168 mempunyai manfaat antara lain : 1. Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan 2. Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang 3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan 4. Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air 5. Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus 6. Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll
Assalamualaikum Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com

Sunday, May 24, 2015

Usaha Budidaya Udang di Sulawesi Tenggara Hp. 08111908208, 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168







Pengembangan Usaha Budidaya Udang
 di Sulawesi Tenggara


Pendahuluan

   Teknologi budidaya udannng yang dikembangkan masyarakat saat ini umumnya masih tradisional, namun demikian pada beberapa daerah sudah melakukan budidaya dengan teknologi intensif dan semi intensif

Lokasi Pengembangan

   Potensi lahan budidaya air payau di Sulawesi Tenggara adalah 84.200 hektar yang tersebar pada beberapa kabupaten/kota, yaitu kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Konawe Utara dan Kabupaten Kolaka Utara, sedangkan lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya udang adalah 20.284 hektar
Berdasarkan tingkat pemanfaatan lahan budidaya yang ada, maka peluang usaha budidaya air payau khususnya buididaya udang di Sulawesi Tenggara masih sangat menjanjikan

Teknologi Budidaya

   Dibeberapa daerah sentra produksi udang sebagian telah menerapkan teknologi budidaya semi intensif bahkan adapula dengan tenologi budidaya yang intensif. Seoerti Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan

Benih dan Kebutuhan Benih 

    Tingkat Kebutuhan benih udang ditentukan oleh tingkat teknologi yang dikembangkan pada masing masing lokasi. Jumlah estimasi kebutuhan benih Sulawesi Tenggara berdasarkan luas lahan potensial adalah 664.800.000 ekorbenur per tahun. Benih tersebut sebagian besar di supply dari luar Sulawesi Tenggara

Produksi dan Produktifitas

   Usaha budidaya udang dengan teknologi semi intensif, maupun intensif membutuhkan banyak pakan untuk pertumbuhan optimal sangat tergantung dari pakan buatan yang diberikan. 
Dalam keadaan normal rata rata produksi udang yang dihasilkan oleh teknologi budidaya adalah 600 sampai 1000 kg per hektar, dengan penebaran 40.000 sampai 44.000 ekor/ha. Sedangkan untuk budidaya dengan dengan teknologi semi intensif dan intensif produksinya ditentukan oleh jumlah input produksi yanng digunakan sebagai acuan

Hama dan Penyakit

   Hama penggangu yang biasa dijumpai adalah ikan ikan liar dalam tambak. Ikan liar tersebut selain akan menjadi pesaing dalam konsumsi pakan, bahkan ada jenis ikan liar yang bersifat predator bagi udang yang dibudidayakan

Jenis penyakit yang sering ditemui adalah beberapa jenis dari golongan jamur, seperti penyakit udang lumutan, penyakit udang sepatu, serta beberapa jenis penyakit dari golongan virus, seperti penyakit insang merah, penyakit bintik putih


Panen dan Pemasaran

   Setelah melakukan pemerliharaan selama 100 sampai 120 hari, dalam keadaan normal biasanya berat rata udang vaname masuk dalam ukuran 50 sampai 60 ekor per kg. 
Sistem pemasaran yang umum dilakukan di Sulawesi Tenggara adalah setelah diputuskan untuk panen maka antara pembeli dan petani terjadi negosiasi harga. Apabila harga telah disepakati maka pembeli akan datang ke lokasi tambak untuk menyaksikan panen, selanjutnya dilakukan transaksi jual beli



Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara

Hp. 0852.6435.6110 dan   0852.1079.2168


Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll

Pemakaian Minyak Cumi pada  Petambak Udang Windu pada lahan 1 ha (empang)

- Persiapan Lahan saat lahan masih kering Campurkan 50kg pupuk TSP dengan 2 liter minyak cumi biarkan selama 1 jam, lalu taburkan dilahan yang kering biarkan selama 2 - 3 hari.

 - Masukkan 1 botol minyak cumi pada saat ketinggian air 1/3 kolam atau empang pada air pasang pertama

- Masukkan 1 botol minyak cumi pada saat ketinggian air 1/2 kolam atau empang pada air pasang kedua

 - Masukkan 1 botol minyak cumi pada saat ketinggian air mencapai 10% batas atas kolam atau empang pada air pasang ketiga

- Untuk pemberian pakan harian, setiap 1 kg pakan udang diberikan 4 tutup botol minyak cumi
Pada lahan semi intensif campurkan pakan udang dengan minyak cumi pada pagi dan malam hari
Assalamualaikum Silahkan di share ke buyer Ada FAQ juga lho... Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com
Pada lahan intensif, campurkan pakan udang dengan minyak cumi pada pagi, sore dan malam hari 

Saturday, May 23, 2015

Budidaya Udang Teknologi Sederhana Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168


BUDIDAYA UDANG WINDU
TEKNOLOGI SEDERHANA



PENDAHULUAN
                Budidaya udang windu di tambak adalah salah satu usaha perikanan yang cukup menjanjikan. Permintaan Pasar terhadap komodittas udang wind uterus mengalami peningkatan, oleh karena itu pemerintah menetapkan udang windu adalah salah satu komoditas hasil pertanian yang ditetapkan sebagai komoditi unggulan dalam menunjang program revitalisasi Perikanan dan Kelautab
                Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan

TEKNOLOGI BUDIDYA

A.      Konstruksi Tambak
¤ Luas Petakan 1 – 2 Ha
¤ Bentuk petakan sebaiknya persegi panjang
¤ Luas caren 20 - 30% dari luas petakan
¤ Kedalaman Caren 30 – 40 cm dari permukaan pelataran
¤ Jumlah pintu air 1 buah

B.      Persiapan Pemeliharaan
¤ Pengeringan tanah dasar tambak sampai retak – retak
¤ Pemberantasan hama dengan saponin 15 – 30 ppm ( 20 – 60 kg/ha )
¤ Pengolahan dan pengapuran tanah tambak
¤ Pertumbuhan pakan alami melalui pemupukkan. Pupuk organic 500 – 1000 kg/ha atau Urea 100 – 150 kg dan SP 36 100 – 150kg/ha

C.      Penebaran
¤ Jumlah benur 15.000 – 20.000 ekor/ ha/ mt
¤ Ukuran benur PL 20 – 25 atau tokolan 2 minggu

D.      Jenis Pakan
Alami + Buatan ( Pellet ), untuk pakan buatan diberikan 1 bulan sebelum panen dengan dosis 3 % dari bobot biomassa dengan frekuensi 2 kali per hari

E.       Pengelolaan air
¤ Pengelolaan air adalah kegiatan yang bertujuan untuk mempertahankan kelayakan kualitas air selama masa pemeliharaan
¤  Pemasukan dan pengeluaran air secara gravitasi dan menggunakan pompa
¤ Kadar garam 15 ‐ 30 per mil
¤ Kedalaman air 80 100 cm

PANEN DAN PENANGANANYA
                Panen dilakukan setelah udang dipelihara selama 4 5 bulan dengan ukuran rata rata 30 ekor per kg. Sebelum udang dipanen terlebih dahulu disampling untuk mengetahui udang dalam keadaan berkulit keras atau lembek, panen di lakukan pada saat udang dalam keadaan berkulit keras (tidak moulting)
                Setelah udang di panen segera dibersihkan, kemudian dimasukkan ke dalam wadah dan diberikan pecahan es untuk menjaga kesegaraanya sampai ke penampungan atau cold storage




Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll

Monday, May 18, 2015

TEKNIK PEMBENIHAN UDANG WINDU Hp. 08111908208, 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

Hp. 0852.6435.6110 dan   0852.1079.2168

TEKNIK PEMBENIHAN
UDANG WINDU

Penaeus monodon fabriculus


A.      PENYEDIAAN DAN PENGELOLAAN INDUK

Kriteria Seleksi Induk

                Induk yang baik mutunya mempunyai ciri ciri sehat dan tidak cacat fisik. Kondisi sehat ditunjukkan dari warna tubuh yang cerah dan segar, tidak ada tanda tanda nekrosis, khususnya pada bagian ekor serta terdapat kelengkapan organ tubuh. Anggapan bahwa semakin besar ukuran induk tentunya akan menghasilkan telur yang lebih banyak dibandingkan dengan induk yang berukuran kecil tidak selamanya benar dan diperkirakan bahwa induk berukuran besar pada umumnya sudah tua dan kurang produktif. Kenyataan juga menunjukkan bahwa induk berukuran besar sangat sensitive terhadap perubahan lingkungan. Sehingga diperlukan adanya ukuran optimum induk yang lebih menguntungkan bagi pembenihan. Ukuran optimum pemijahan induk udang windu untuk betina mempunyai panjang 23, 5 ± 1 cm dan berat  175 ± 25 gram, sedangkan untuk jantan mempunyai panjang 20 ± 1 cm dan berat 120 ± 10 gram

Pengelolaan Air dan Pakan Induk

                Saat tiba dilokasi hatchery, induk diadaptasikan terhadap suhu dan salinitas. Pakan yang diberikan berupa cacing laut, cumi cumi dan tiram dengan dosis 25 30% dari berat badan. Pergantian air pemeliharaan sebanyak 100% pada pagi hari bersamaan dengan pembersihan sisa – sisa kotoran pakan didasar bak. Percepatan pematangan gonad dilakukan dengan ablasi mata dengan memotong salah satu tangkai mata dengan gunting yang telah dipanaskan. Peneluran dilakukan setiap individu induk yang matang pada bak bak yang terpisah agar pemeliharaan larva dapat dilakukan pada naupilus yang dihasilkan induk dengan periode peneluran yang sama. Setelah bertelur, pada pagi hari dilakukan pemanenan telur secara hati hati dengan saringan berukuran 200 mesh. Setelah dilakukan pematangan kualitas dan perhitungan jumlah telur, kemudian ditetaskan pada bak bak penetasan

Penetasan Telur
               
                Telur akan mengalami tingkatan perkembangan embrio melalui pembelahan sel. Paada kondisi lingkungan yang baik, perkembangan embrio akan berlangsung normal, namun tidak jarang pula embrio berkembang abnormal oleh karena infeksi bakteri atau jamur. Untuk mendapatkan daya tetas telur dan mutu larva yang baik, maka penanganan telur merupakan tahapan awal yang sanngat penting. Telur yang akan ditetaskan harus bersih dan ditangani secra hati – hati, baik sewaktu dipanendari bak pemijahan maupun pada saat dipindahkan ke dalam bak penetasan. Daya tetas telur sangat berkolerasi  sekali dengan daya kelanngsungan hidup larva. Oleh karena itu daya tetas telur yang rendah sebaiknya tidak dipergunakan untuk produksi benur, karena ada kecenderungan naupil dari hasil penetasan telur dengan presentase rendah akan menghasilkan benur yang tidak tahan terhadap perubahan lingkungan. Daya tetas telur yang sesuai untuk digunakan dalam produksi benurndisarankan minimal diatas  50%

Nauplius
                Mutu naupli dapat diketahui dari warna serta gerakannya. Naupli yang berwarna coklat
Dapat diklasifikasikan dengan baik, sedangkan gerakan naupli yang sehat sangat aktif sehingga waktu istirahatnya sangat pendek dan tidak pernah berada didasar bak. Disamping itu, naupli sangat responsive terhadap cahaya karena mempunyai sifat photoaxis aktif

B.   PEMELIHARAAN LARVA
Kepadatan Larva
Optimasi  kepadatan nauplius dalam bak pemeliharan larva dianjurkan tidak lebih dari 100 ekor /liter
Pemberian Pakan
          Pemberian Pakan alami dan buatan selama pemeliharaan dapat dilihat pada table berikut :



Pengelolaan Kualitas Air
          Kualitas air merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan larva yang menentukan keberhasilan pembenihan itu sendiri.  Pengelolaan Kualitas  air perlu mendapatkan kontrol  yang ketat karena sifat dari kualitas air yang berdinamika dan hal ini biasa terjadi pada air dalam bak selama pemeliharaan
          Beberapa parameter kualitas air sering merupakan faktor pembatas untuk kehidupan larva seperti ketersediaan oksigen, adanya senyawa yang bersifat racun dan dapat menimbulkan kematian massal. Pengelolaan kualitas air secara fisik dapat dilakukan  dengan penyaringan partikel partikel yang ada dalam air dengan menggunakan sand ultraviolet. Pada media pemeliharaan pengelolaan kualitas air dilakukan penyiponan, pergantian air dan pemberian bakteri probiotik


Penyakit dan Penanganannya
          Pencegahan penyakit dilakukan dengan pemberian pakan yang tepat dan pengaturan kualitas air yang baik, menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan kerja merupakan cara yang lebih penting dibandingkan dengan pengobatan. Larva yang sudah terserang penyakit akan sulit untuk penyembuhannya, dan jika hal ini terjadi maka perlu identifikasi jenis penyakit yang menyerang dan melakukan tindakan pengobatan dengan jenis dosis obat yang tepat.  Penyakit yang susah diobati sebaiknya dilakukan karantina dan dimusnahkan dengan menggunakan klorin sehingga tidak menyebar pada larva yang lain

Metode Panen
          Panen dilakukan pada benih yang sudah mencapai stadia Post Larva 12. Panen dilakukan dengan mengeluarkan air media secara perlahan – lahan sampai pada volume mencapai 30% dari volume sebelumnya. Kemudian benih dikeluarkan melalui saluran pipa secara perlahan dan ditampung dengan saringan panen, selanjutnya benih ditampung dengan wadah dengan volume 500 liter dan diberikan aerasi. Untuk pengepakkan (packing) dilakukan dengan menakar benur dan dimasukkan dalam kantong plastik yang sudah berisi 2 liter air laut, oksigen murni diberikan pada kantong sampai dengan perbandingan volume antara air dengan oksigen sebesar 1 : 2. Kepadatan benur dalam kantong berkisar antara 2000 3000 ekor dan diangkut  pada suhu berkisar antara 20 – 24

 Sumber  :  Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar

Minyak Cumi
Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll


Assalamualaikum
Gathering Kavling menunggu situasi ya *Info Kavling Beringin Putih Indonesia :* https://youtu.be/mOgJOx80euk https://beringinputihindonesia.com/elementor-158/ https://agroberinginputih.blogspot.com/p/kavling-beringin-putih-indoneaia.html Whatsapp : Wa.me/628111908208 Peluang Syirkah Ternak : http://www.beringinputihindonesia.com

Sunday, May 17, 2015

Penyakit pada udang disebabkan oleh Virus Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

Hp. 0852.6435.6110 dan   0852.1079.2168



Penyakit pada udang disebabkan oleh Virus


Bercak Putih atau White Spot Syndrome
   Disebabkan Oleh Virus White Spot Baculovirus Complex yang menyerang Golongan udang penaeid ( Penaeus  monodon,Penaeus Japonicus, Penaeus Chinesis, Penaeus Indicus, Litopenaeus Vannamei,dll ) serta generals  krustase air, bersifat sangat virulen dan menyebabkan kematian hingga 100% 

   Gejala Klinis :
   »  Infeksi akut menyebabkan penurunan konsumsi Pakan secara drastis
   »  Lemah, berenang ke permukaan air, tidak terarah atau mengarah ke pematang tambak
   »  Tampak bercak putih di karapas dan rostrum
   »  Udang yang sekarat umumnya berwarna merah kecoklatan atau pink
   »  Kematian hingga 100% dalam tempo 3 - 10 hari


Taura Syndrom (TS)
    Penyebab Virus picorna-like RNA menyerang hari 14 -40 pasca tebar di tambak dengan tingkat kematian 95%

    Gejala Klinis :
    »  Warna tubuh merah pucat dan warns merah pada ekor kipas lebih tegas
    »  Udang lemah,   menolak Pakan yang diberikan dan udang yang sekarat mendekat ke pematang
    »  Pada infeksi berat, pernafasan tidak teratur pada insang yang terinfeksI

∞ Infectious Hypomal & Haematopoletic Necrosis (IHHN)
   Transmisi virus IHHNV relatif cepat dan efisien melalui luka akibat kanibalisme udang saat moulting. Transmisi dari    induk le larva umumnya berasal dari ovari induk betina. Infeksi virus IHHN pada udang vaname akan mengakibatkan pertumbuhan yang sangat beragam, rostrum.bengkok dan kutikula kasar
   Gejala Klinis :
   » Nafsu makan menurun, pertumbuhan lambat,perubahan warna kulit dan perubahan tingkah laku » Bercak putih terutama antara segmen dan karapas
   » Berenang dipermukaan secara perlahan, hilang keseimbangan, dan bergerak berputar dan selanjutnya tenggelam perlahan dengan posisi terbalik
   » Populasi udang dengan gejala tersebut umumnya akan mengalami laju kematian yang tinggi 3 - 10 hari

∞ Virus Udang Rebus atau Infectious Myonecrosis (IMN)
    Udang vaname rentan terhadap serangan virus udang rebus yang disebabkan oleh virus Toti-like. Penularan penyakit ini berlangsung dari induk ke keturunannya juga dari udang yang terinfeksi ke lingkungannya. Pola serangan bersifat akut, ditandai munculnya gejala klinis secara tiba tiba dan tingkat kematian antara 60 - 85%
   Gejala Klinis :
   » Kerusakan (nekrosa) berwarna putih keruh pada otot/daging menyerupai guratan terutama pada otot perut bagian atas
   » Pada beberapa kasus, kerusakan daging putih keruh ini berubah menjadi kemerahan sehingga menyerupai udang rebus

∞ Spherical Baculovirosis atau disebut Monodon Baculo Virus (MBV)
    Penyakit yang disebabkan virus Penaeus monodon-type Baculovirus merupakan salah satu penyakit virus yang   pertama kali dikenal.pada budidaya udang penaeid di Indonesia
   Gejala Klinis
   » Lemah dan kurang nafsu makan
   » Infeksi pada organ insang atau permukaan tubuh lainnya
   » Hepatopankreas dan saluran pencernaan berwarna keputihan
 » Terdapat bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga berlanjut pada  kerusakan alat tubuh udang

∞ Yellow Head Disebabkan oleh Virus Yellow Head
    Udang windu merupakan jenis udang yang sangat sensitif, pada kasus akut dapat mengakibatkan kematian hingga 100% dalam tempo 3 - 5 hari sejak pertama kali gejala klinis muncul
    Gejala Klinis :
    » Juvenil udang berukuran antara 5 - 15 gram memiliki nafsu makan yang tinggi selama beberapa hari, untuk selanjutnya berhenti makan secara tiba - tiba
    » Sekitar 3 hari setelah menolak makan, mulai terjadi kematian massal
    » Udang yang sekarat berkumpul di dekat permukaan air atau ke sisi pematang kolam/tambak

∞  Penyakit Ekor Putih pada Udang Galah atau Macrobranchium White Tail Disease
     Virus Macrobrachium rosenbergii Noda Virus (MrNV) dan extra small virus (XSV) menyerang udang galah, pada benih dapat mematikan dalam jangka 2 - 3 hari. Pada udang galah dewasa, bagian sepalotorak lembek diikuti munculnya struktur dua kantung yang menggembung berisi cairan di kanan-kiri hepatopancreas
    Gejala Klinis :
    » Lemah, anorexia dan memutih pada otot abdominal pada PL
    » Secara bertahap kedua sisi hingga mengakibatkan degenerasi telson dan uropod
    » Warna keputihan pada ekor merupakan gejala klinis yang definitif sehingga disebut penyakit ekor putih
    » Warna kehitaman (melanisasi) akan mengembang ke kedua sisi (anterior & posterior) dan menunjukkan degenerasi dari telson dan uropod


    Sumber : DKPP DI Yogyakarta

                                                         Minyak Cumi 

Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll


Penyakit udang yang disebabkan oleh bakteri Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168


Penyakit udang yang disebabkan oleh Bakteri



Bakteri Vibrio harveyii, Vibrio alginolyctus,Vibrio parahaemolyctus menyebabkan Penyakit Vibriosis pada udang.Infeksi bersifat sekunder pada larva dalam keadaan stress dan lemah. Pada stadia post larva atau juvenil, kematian bisa mencapai 100%


Gejala Klinis :

» Tubuh udang nampak kusam dan kotor
» Nafsu makan menurun, kerusakan pada kaki dan insang, atau insang berwarna kecoklatan
» Jenis bakteri Vibrio spp yang berpendar umumnya menyerang larva udang dan penyakitnya disebut penyakit udang berpendar
» Udang yang terkena Vibriosis akan melanisasi pada kaki renang dan kaki jalan
» Udang yang sekarat sering berenang ke permukaan atau pinggir tambak






Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll

Penyakit pada udang yang disebabkan oeh Parasit Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168


Hp. 0852.6435.6110 dan   0852.1079.2168




Penyakit pada udang yang disebabkan oeh Parasit



 Penyakit Dekil (Fouling Disease)

   Menyerang udang terutama larva hingga kesulitan berenang makan serta moulting karena organ  insang atau tubuh dipenuhi organisme penempel seperti  Zoothanium sp, Epistylis sp, Vorticella sp, Enthoromorpha sp

Gejala Klinis :
» Berenang ke permukaan air dan tubuhnya berwarna buram/kotor
» Proses moulting terhambat dan Timbul peradangan pada kulit
» Lemah,  kesulitan bernafas
» Nafsu makan menurun dan akhirnya matI




Microoridiasis ( Cotton  Shrimp Diseases )
Disebut sebagai udang kapas atau using susu yang disebabkan oleh Microsporadia  Nosema dan Peistophora. Mortalitas yang disebabkan relatif rendah
Gejala Klinis :
» Bagian tubuh udang yang terinfeksi berwarna putih susu  dan lebih lunak
» Udang lemah, mudah stress, nafsu makan menurun, lamban serta mudah mati setelah penanganan







Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll

Penyakit Udang akibat Jamur Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

Hp. 0852.6435.6110 dan   0852.1079.2168


Penyakit Udang akibat Jamur



∞ Cendawan pada larva udang 
    Disebabkan Lagendium spp dan Sirolpidium spp, terjadi pada stadia nauplius, zoea hingga mysis
    Gejala Klinis :
    » Nafsu makan menurun, pergerakan lemah dan anemia
    » Pada tubuh larva udang terlihat adanya hifa dan atau miselia cendawan
    » Pada kondisi yang serius, larva udang sering terlilit dan dipenuhi oleh cendawan

∞  Fusariosis

     Infeksi pada udang ditambak pada.stadia juvenil hingga dreads yang disebabkan jamur Fusarium  

    spp
    Gejala Klinis :
    » Cenderung menginfeksi bagian insang menjadi berwarna hitam
    » Organ lain seperti kaki jalan, renang serta ekor udang mengalami kerusakan bahkan reroutes
    » Pada bagian tubuh lain sering ditemukan adanya luka atau.gejala seperti terbakar


Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll




Saturday, May 16, 2015

Deteksi dan Pengobatan Penyakit Lobster Black Gill Disease Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168


Deteksi  dan  Pengobatan  Penyakit  Lobster
Black Gill Disease

 



Penyebab         :  perlekatan sperma yang menjendal pada lobster betina
Gejala               :  menyerang pada betina dewasa, sperma yang menjendal    menyerupai karet
Pencegahan    :  menyeimbangkan sex ratio, pemberian betina tiruan

Sumber : Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok



Minyak Cumi
Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll


Deteksi dan Pengobatan Penyakit Lobster Black Gill Disease Jamur Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168

Hp. 0852.6435.6110 dan 0852.1079.2168


Deteksi  dan  Pengobatan  Penyakit  Lobster

Black Gill Disease Jamur








Penyebab             :  fusarium sp
Gejala                   :  insang menjadi kehitaman, menyerang lobster ukuran besar,  kematian rendah, tapi pertumbuhan terhambat

Pengendalian    :  perendaman formalin 100 sampai 200 ppm selama 10 sampai 15 menit , satu kali sehari, selama 3 sampai 4 hari

Sumber : Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok

Minyak Cumi

Minyak Cumi Merk CUMI 168  mempunyai manfaat antara lain :
1.  Merangsang nafsu makan benur, nener, udang dan ikan
2.  Mempercepat pertumbuhan ikan dan udang
3. Mempersingkat lamanya pemeliharaan udang dan ikan
4.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat pergantian air
5.  Menjaga kestabilan air dan plankton saat hujan terus menerus
6.  Dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pelet untuk makanan ikan, udang dll